America is so different from Indonesia. Pindah dari Indonesia ke Amerika, banyak sekali penyesuaian yang harus saya lakukan. Salah satunya adalah penyesuaian terhadap satuan pengukuran. Amerika menggunakan sistem pengukuran yang berbeda dari kebanyakan negara-negara di dunia ini.
Suhu – bukan diukur dalam Celsius, tapi dalam Fahrenheit. Buat yang pernah belajar Fisika, pasti tau dong cara konversi dari Fahrenheit ke Celsius ini gak sesimpel seperti mengkonversi dari kilometer ke meter. Pusing aja kalau setiap dikasih tau suhu sekian derajat Fahrenheit, saya harus ngitung, berapa derajat Celsius ya? Alternatifnya, saya beli thermometer yang ada satuan Celsius dan Fahrenheit sekaligus. Dari situ saya mulai familiar, 90F ≈ 32C, 80F ≈ 27C, 70F ≈ 21 C, 60F ≈ 15C, dan 40F ≈ 5C. Selama Summer kemarin, suhu di Texas berkisar antara 80F dan 100F, dan selama Fall ini antara 60F dan 80F, jadi saya sudah bisa membayangkan sepanas apa atau sedingin apa sekian derajat dalam Fahrenheit, tanpa harus mengkonversikannya dulu ke Celsius. Biasanya untuk cooler/heater di apartemen, saya selalu ngeset thermostat di suhu 76F. Suhu 80F itu hangat, bisa pake baju tipis aja ke luar rumah. Di bawah 70F sudah terasa dingin, sudah harus pake jaket kalo ke luar rumah.
Jarak dan Luas – Jarak bukan diukur dalam meter atau kilometer, melainkan dalam feet atau mil. Untuk ngukur jarak ini, terpaksa saya masih harus menghitung konversi, sekian feet itu berapa meter, sekian mil itu berapa km, karena saya masih belum bisa membayangkan seberapa jauh sekian feet atau sekian mil. Apalagi luas dalam satuan square feet. Gak tau deh itu berapa meter persegi. Satuan panjang masih gampang, dari feet ke meter tinggal dibagi 3, dari mil ke km tinggal dikali 1.6 (atau 1.5 biar simpel). Tapi luas, saya nyerah deh. Belum menemukan cara cepat gimana menghitung dari square feet ke meter persegi.
Kecepatan – Karena satuan jarak diukur dalam mil, bukan km, kecepatan kendaraan juga diukur dalam mil/jam, bukan km/jam. Buat yang biasa dengan satuan km/jam, harus berhati-hati karena kita masih suka membayangkan kecepatan dalam mil/jam itu sama seperti kecepatan dalam km/jam. Padahal jauh lebih cepat. Misalnya, kalo kita ngeliat speedometer mobil menunjukkan 80, jangan ngerasanya kayak lagi lari dengan kecepatan 80 km/jam. Sadarlah bahwa kita sedang berlari dengan kecepatan 128 km/jam!
Tinggi – Bukan dalam centimeter, tapi dalam feet dan inchi. Yang ini juga sama, saya masih harus ngitung, dari cm ke feet dibagi 30, sisanya dari cm ke inchi dibagi 3. Jadi kalau tinggi saya 165 cm itu berarti 150cm + 15cm = 5feet + 5inchi. Dari feet-inchi ke cm ya dikali 30 nilai feetnya, dan dikali 3 nilai inchinya, terus jumlahin deh. Pusing? Dikit sih. Tapi jangankan saya yang baru beberapa bulan tinggal di Amerika. Dosen saya, Chinese, yang sudah belasan tahun ngajar di Amerika pun mengaku sampai sekarang masih suka keder dengan satuan yang digunakan di Amerika.
Volume – yang dipakai adalah gallon dan quart. Kalau yang ini saya udah gak melakukan konversi lagi ke liter, terlalu ribet. Kalo mau dihitung, 1 gallon = 3.78 liter, 1 quart = 946ml. Tapi saya pake imajinasi saja. Botol susu yang besar itu biasanya tersedia dalam ukuran 1 gallon. Kecilan dikit, ½ gallon, alias separonya. Yang lebih kecil lagi, ini bentuknya hampir sama dengan botol Coca Cola 1 liter di Indonesia, itu 1 quart. Beli bensin juga yang dipakai satuan gallon, dan harga yang diberikan pun harga per gallon. Jadi harus tau tuh, kalo mau isi full tank buat mobil kita, harus isi berapa gallon.
Berat – yang dipakai adalan pound (biasanya ditulis lb.) dan ounce (biasanya ditulis oz). Konversinya, 1 lb. ≈ 0.5 kg, dan 1 oz = 28 gram. Kalo buat berat badan, dinyatakan dalam satuan pound ini agak bikin stress karena kesannya jadi berat banget, 2 kali lipet!
Sama seperti volume, ini pun saya pake imajinasi aja. Botol kopi Nescafe ukuran sedang, itu sama dengan 3.5 oz (100gr), bisa bertahan sebulan. Sementara yang gedean, itu 7 oz (200gr), bisa bertahan 2 bulanan.